Tuhan tidak ingin melihat ada seorang pun diantara kita yang gagal dan berkekurangan. Kehendak Bapa di Surga yaitu agar semua anak-anakNya berhasil serta diberkati berlimpah-limpah. Bagaimana kiat untuk meraih keberhasilan itu?. Daud seorang gembala yang sangat miskin, kekayaannya hanya tiga ekor kambing domba. Tapi dia diangkat tinggi oleh Tuhan dan dijadikan berhasil. Menuliskan rahasia keberhasilannya Daud berkata begini,
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari kedua ayat diatas yaitu: perkatakan Firman Tuhan, merenungkannya siang dan malam serta bertindak hati-hati sesuai dengan Firman yang kita dengar dan mengerti. Apabila ketiga hal ini kita mengerti dan lakukan, saya percaya apapun yang Anda kerjakan pasti berhasil dan beruntung.
Permasalahannya:
Bagaimana Firman itu bisa bekerja dalam kehidupan kita sehingga apa yang dikerjakan dan lakukan akan berhasil?
Lukas 8:4-15 menceritakan perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang penabur yang sedang berjalan hendak menaburkan benih. Benih pertama jatuh dipinggir jalan, lalu datanglah burung memakan benih itu dan hilang lenyap. Benih kedua jatuh di tanah berbatu-batu, batu menghimpit benih itu sehingga tidak bisa berbuah. Benih ketiga jatuh ditanah yang ada semak duri. Benih itu tumbuh tetapi dihimpit oleh semak duri dan tidak bisa berbuah. Benih keempat jatuh di tanah yang subur dan berbuah seratus kali lipat.
Benih yang jatuh di pinggir jalan, yaitu orang yang mendengar Firman tetapi tidak percaya. Dia berkata, Firman ini bukan buat saya tetapi buat orang lain. Kalau Anda tidak percaya pada kekuatan Firman, benih itu tidak bisa bertumbuh dalam kehidupan kita.
Benih yang jatuh di tanah berbatu-batu, yaitu orang yang mendengar Firman, menerimanya dengan gembira tetapi tidak berakar. Percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Pada hari-hari terakhir banyak orang senang diajar dan senang mendengar firman Tuhan tetapi tidak mau menjadi pelaku. Iman tumbuh karena pendengaran akan firman Tuhan namun ia hanya akan menjadi sempurna apabila disertai dengan perbuatan. Iman tanpa perbuatan sama dengan nol besar. Orang yang tidak berpegang teguh pada Firman, perjanjian Tuhan, cepat atau lambat akan murtad.
Benih yang jatuh di semak duri, yaitu orang yang telah mendengar Firman itu dan oleh perkembangan selanjutnya terhimpit oleh kenikmatan, kekayaan dan kemakmuran hidup sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Dulu sebelum diberkati senang doa puasa, rajin ibadah rajin. Tapi begitu diberkati, mulai jauh dari Tuhan. Semak duri mulai menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Benih yang jatuh di tanah subur, yaitu orang yang setelah mendengar firman itu menyimpannya dengan baik dan tekun sehingga mengeluarkan buah. Benih itu berbuah seratus kali lipat.
Saya berdoa agar kehidupan saudara adalah tanah yang subur sehingga berbuah seratus kali ganda. Tuhan hanya memberikan satu persyaratan yang sederhana untuk berhasil dan beruntung yaitu kuatkan dan teguhkan hatimu.
Tetapi semua orang yang menerima Nya diberi Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:12-13)
Ayat tersebut merupakan kalimat kunci dari seluruh Firman Tuhan ini. Ada dua dampak yang terjadi pada saat kita menerima Firman Yang Hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus. Yang pertama, Saudara akan menerima kuasa atau exousia. Artinya kemampuan, otoritas, power untuk dapat melakukan pekerjaan sehingga apa yang Tuhan lakukan, itu juga akan saudara lakukan. Jangan lupa langit bumi dan isinya diciptakan oleh Allah Bapa dengan perkataan (Firman) yang keluar dari mulut Nya. Yang kedua, firman itu akan menjadikan kita manusia baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Anda dilahirkan oleh Allah dan Roh sehingga dapat memanggil Nya Abba, Bapa.
Periksa dan renungkan apakah kelahiran baru yang kita terima itu sudah sempurna sehingga berhak memanggil Allah itu Bapa. Ada lima ciri dari anak-anak Tuhan.
Ciri yang Pertama, Tidak Dapat Berbuat Dosa
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yohanes 3:9)
Dunia berkata, bagaimana mungkin tidak berbuat dosa?. Kalau Anda berkata tidak mungkin maka Firman ini akan dimakan burung dan hilang. Mari rubah pola pikir kita. Percayai Firman Tuhan dan katakan, "Saya bisa hidup kudus" supaya dosa tidak punya kekuatan dalam diri kita. Bagaimana firman bekerja dalam hidup kita?
Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan Nya dan dengan kekuatan Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus. (2 Tes.1:11)
Paulus pernah berkata dalam Roma 7:13-26 sebagai manusia celaka karena di dalam dirinya tidak ada sesuatu pun yang baik. Yang dimiliki Paulus sebagai seorang manusia adalah hanya kehendak tetapi bukan kemampuan untuk berbuat hal yang baik sehingga setiap kali mau berbuat baik, dia justru hal melakukan hal yang tidak baik. Paulus berkata bahwa itu bisa terjadi karena ada kuasa dosa dalam hidupnya yang mengakibatkan dia senantiasa melakukan yang tidak baik. Itu pula yang membuat setiap orang yang terikat dengan dosa berkata, mau berhenti tetapi tidak mampu. Tetapi terpujilah nama Tuhan karena Dia menganugerahkan Roh Kudus yang memberikan kekuatan kepada kita untuk dimampukan hidup kudus. Kekuatan Tuhan yang memampukan untuk hidup kudus.
Bahkan kalau ada seorang yang bisa berbuat baik kepada orang lain, masyarakat, atau gereja, dan berhasil dalam hidupnya, itu adalah karena kekuatan Tuhan yang memberikan kemampuan kepada orang itu sehingga ia hanya dapat berkata, "Semua karena anugerah Nya" Jangan ada seorangpun yang berkata, "Oleh karena kekuatan tanganku lah aku melakukan semuanya" Biarlah Yesus yang ditinggikan lebih dari segalanya.
Ciri yang kedua, Hanya melakukan kebenaran semata
Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada Nya. (1 Yoh.2:29)
Kalau Allah itu adalah Bapa kita maka perbuatan kita seharusnya juga adalah kebenaran semata. Pohon yang baik pasti akan mengeluarkan buah yang baik. Semua jadi orang benar. Dan kalau jadi orang benar, Alkitab berkata berkat Tuhan ada di atas kepala orang benar (Amsal 10:6) Saudara tidak usah mencari berkat, berkat Tuhan akan mencari Anda. Kemanapun Anda pergi pasti berhasil dan beruntung karena Allah memberkati berlimpah-limpah.
Ciri yang ketiga, Saling mengasihi satu dengan yang lain
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (1 Yoh.4:7)
Beberapa waktu lalu, Saudara-saudara kita di beberapa daerah Pulau Nias tertimpa bencana banjir dan tanah longsor. Gereja harus bersikap nyata menunjukkan kasih menghadapi hal ini. Pikirkan bagaimana seandainya yang ditimpa bencana itu saudara kita sendiri. Saya menghubungi bagian keuangan gereja untuk segera mengirimkan bantuan ke Nias. Bahkan GBI Bethany Jakarta dan Bandung pun turut serta mengambil bagian mengirimkan bantuan bagi Nias melalui GBI Kemah Daud Medan.
Ini waktunya bagi gereja untuk tidak menjadikan kasih itu sebagai sloganistis belaka tapi mewujudkannya dalam tindakan nyata. Jangan sampai tembok gereja membatasi kita dengan lingkungan sehingga tidak merasakan penderitaan orang lain.
Ciri yang keempat, Mengalahkan dunia
Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? (1 Yoh.5:4)
Pada waktu menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan katakan, "Beranakcuculah, penuhilah bumi, dan taklukkan itu." (Kejadian 1:28) Tuhan memberikan otoritas dan kuasa kepada kita untuk menaklukkan bumi ini. Alkitab menggunakan kata conqueror yang artinya adalah pemenang, penakluk. Orang yang menang terhadap dunia. Kalau Saudara mengikuti petunjuk firman Tuhan untuk merenungkan Firman itu siang malam dan melakukannya maka kemanapun engkau pergi pasti akan berhasil.
Ciri yang kelima, Iblis tidak bisa berkuasa atas kita
Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya. (1 Yoh.5:18)
Setiap yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Begitu Anda menerima Kristus, Firman Yang Hidup dan mengijinkan Firman itu bertumbuh terus sehingga mencapai kesempurnaan berlipat seratus kali ganda maka Firman itu akan melindungi serta menjadi perisai bagi dirinya. Sesuatu yang jahat tidak bisa menjamah kehidupan saudara (Amsal 30:5). Artinya Iblis tidak memiliki hak sedikitpun dalam kehidupan saudara dan Allah akan memberikan kemenangan yang luarbiasa dalam hidup Anda.
Mari buka hati Saudara supaya Firman Tuhan itu bisa tumbuh subur dalam kehidupanmu dan segala apa yang dikerjakan akan dibuatNya berhasil. Tuhan memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar